Selamat datang di SI CANTIK (Sistem Informasi Cegah dan Antisipasi Kanker Leher Rahim), media informasi digital yang menyediakan edukasi mengenai kanker leher rahim, pencegahan, serta layanan skrining di Kabupaten Rote Ndao.
Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia.
Kanker terbanyak pada perempuan setelah kanker payudara.
Estimasi kasus baru setiap tahun (16,8% dari seluruh kasus kanker pada perempuan).
Kematian setiap tahunnya, menjadikannya penyebab kematian terbanyak kedua akibat kanker.
"Tingginya angka kasus dan kematian ini menunjukkan bahwa kanker leher rahim masih menjadi ancaman serius, meskipun sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan dideteksi sejak dini."
Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah kanker yang tumbuh pada leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.
Kanker leher rahim dapat dicegah.
Dapat ditemukan sejak dini melalui skrining.
Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh.
Penyebab Utama
Infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi.
Faktor Risiko
Pada stadium awal, kanker leher rahim biasanya tidak menimbulkan gejala.
Apabila penyakit berkembang, dapat muncul tanda-tanda berikut:
Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Skrining bertujuan menemukan perubahan sel sebelum berkembang menjadi kanker sehingga dapat segera ditangani.
Adalah metode deteksi dini yang menggabungkan dua pemeriksaan dalam satu rangkaian skrining. Bertujuan meningkatkan ketepatan deteksi perubahan pada leher rahim sehingga kelainan dapat ditemukan lebih dini.
Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus HPV risiko tinggi. Mampu mendeteksi infeksi bahkan sebelum muncul perubahan sel atau gejala.
Pemeriksaan leher rahim menggunakan larutan asam asetat 3–5%. Tenaga kesehatan akan mengamati adanya perubahan warna putih (acetowhite) yang mengindikasikan lesi prakanker.
Sebelum melakukan skrining, pastikan Anda memenuhi kriteria berikut:
Ke Puskesmas terdekat.
Pengambilan sampel oleh Nakes.
Sampel dikirim ke laboratorium.
Informasi hasil dan tindakan.
Bila pada pemeriksaan awal ditemukan kecurigaan adanya kanker, pasien akan langsung dirujuk ke Dokter Spesialis (Sp.OG Onkologi) untuk pemeriksaan lanjutan (kolposkopi/pap smear).
Apabila hasil inspekulo normal, alur pemeriksaan disesuaikan dengan status menopause pasien.
Dilakukan pemeriksaan DNA HPV saja.
Tidak ditemukan infeksi HPV risiko tinggi. Skrining diulang setelah 10 tahun.
Ada infeksi HPV risiko tinggi. Pasien dirujuk untuk kolposkopi guna mengecek kelainan pada leher rahim.
Dilakukan Co-Testing (DNA HPV + IVA).
Risiko Rendah: Skrining diulang setelah 10 tahun.
Cek tipe HPV:
Tindakan: Terapi krioterapi/thermal ablation. Ulang IVA 6 bulan pasca tindakan.
Tindakan: Terapi krioterapi/thermal ablation. Ulang IVA 6 bulan pasca tindakan.
Catatan Khusus (HIV/AIDS): Pemeriksaan DNA HPV dilakukan setiap 3 tahun. Jika positif, periksa IVA tiap tahun, dan DNA HPV diulang tiap 3 tahun hingga negatif.
Pelayanan skrining tersedia di:
Buka pada setiap jam pelayanan operasional.
Tidak. Pemeriksaan hanya berlangsung beberapa menit dan umumnya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan.
Tidak, pemeriksaannya gratis. Anda cukup membawa KTP untuk registrasi di puskesmas terdekat.
Ya, sangat perlu. Skrining dilakukan justru sebelum muncul gejala agar sel abnormal dapat ditangani sebelum menjadi kanker.